IQC – Momen Menikmati Indahnya Ibadah

Jika dahulu para sahabat adalah mereka yang paling mulia lagi utama dalam segala amal ibadah di masanya bahkan tak tertandingi oleh kualitas ibadah pada ummat zaman ini. Kemuliaan para sahabat tak pernah pudar dalam catatan sejarah Islam bahkan terus memotivasi ummat ini untuk senantiasa mengikuti jejaknya. Zaman ini memang amat sulit ditemukan orang-orang yang senantiasa melakukan amal terbaik dalam kehidupannya, akan tetapi tak ditemukan bukanlah sesuatu yang mustahil ada. Meski kualitas ibadahnya tak bisa menandingi bagaimana kualitas ibadah para sahabat.
Ratusan peserta Indonesia Quran Camp KU selalu menjaga ibadahnya tiap hari. Meski para peserta tak semua dari kalangan yang sudah baligh yang memang sudah memiliki kewajiban dalam melakukan ibadah. Yang terlihat haru adalah para peserta sebagian besar adalah anak-anak yang memang belum punya kewajiban secara hukum untuk melaksanakan ibadah. Namun semangat ibadah sudah mengkristal dalam diri, sehingga usia tak menjadikan mereka terhalang dari nikmatnya ibadah. Target ibadah dalam agenda IQC ini adalah melaksanakan shalat 40 rakaat, sehingga tidak menjama’ atau mengqhasar shalat meski memang dalam kondisi perjalanan, hal ini dilakukan agar ibadah memang dijadikan prioritas utama dalam kemahnya para penghafal quran.
“Bangun malam, melaksanakan tahajud, shalat lima waktu adalah kenikmatan yang harus disyukuri oleh siapapun. Di saat yang lain memilih tidur, kita bangun melaksanakan ibadah, maka ini adalah tanda bahwa kita mensyukuri nikmat ibadah, dan ini adalah keutamaan, karena hanya orang yang celakalah yang tidak merasakan nikmat dan indahnya melakukan ibadah sebagaimana Allah sampaikan dalam Al Quran.”
Nasehat Ust Amiruddin, selaku pembina Yayasan Khoiru Ummah Pembangun Peradaban dalam kultum pasca tahajud tadi pagi, semakin meyakinkan para peserta untuk terus berlomba melakukan ibadah dan semangat, meski harus melawan kantuk dan malam yang dingin atau panasnya matahari. Niat ibadah selalu ada dalam diri para peserta dan biar Allah yang mencatat semua amal.
Suasaa penuh ibadah yang dirasakan para peserta dan panitia serta guru adalah momen yang harus diistiqomahkan. Semoga apa yang dibiahkan di acara ini menjadi biah juga di lingkungan yang lain. Bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan untuk melakukan ibadah dan bersyukur merasakan nikmatnya ibadah dalam kebersamaan.